Rabu, 07 Oktober 2015

Cerita Legenda Hang Tuah

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Legenda adalah  cerita prosa rakyat yang dianggap sebagai sesuatu yang benar-benar terjadi, sehingga sering kali disebut sebagai sejarah kolektif. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, legenda adalah cerita rakyat jaman dahulu berkaitan dengan peristiwa dan asal-usul terjadinya suatu tempat. Menurut Pudentia, legenda adalah cerita yang dipercaya oleh beberapa penduduk setempat benar-benar terjadi, tetapi tidak dianggap suci atau sakral yang juga membedakannya dengan mite. Menurut Emeis, legenda adalah cerita kuno yang setengah berdasarkan sejarah dan yang setengah lagi berdasarkan angan-angan. Menurut William R. Bascom, legenda adalah cerita yang mempunyai ciri-ciri yang mirip dengan mite, yaitu dianggap benar-benar terjadi, tetapi tidak dianggap suci. Menurut Hooykaas, legenda adalah dongeng tentang hal-hal yang berdasarkan sejarah yang mengandung sesuatu hal yang ajaib atau kejadian yang menandakan kesaktian. Walaupun demikian, legenda seringkali jauh berbeda dengan kisah aslinya.

Hikayat (haka = cerita) adalah salah satu bentuk sastra prosa, terutama dalam Bahasa Melayu yang berisikan tentang kisah, cerita, dan dongeng. Umumnya mengisahkan tentang kehebatan maupun kepahlawanan seseorang lengkap dengan keanehan, kesaktian serta mukjizat tokoh utama. Sebuah hikayat dibacakan sebagai hiburan, pelipur lara atau untuk membangkitkan semangat juang.

Hikayat adalah karya sastra kuno sehingga kebanyakan ceritanya mengambil latar kerajaan. Untuk menjaga kelestarian sejarah, hikayat telah dibawa turun-temurun dari nenek moyang dengan tidak meninggalkan kekhasan hikayat itu sendiri. Sehingga banyak cerita berbentuk hikayat yang telah tersebar di bangsa Melayu maupun dunia. Salah satu hikayat yang terkenal di Indonesia adalah Hikayat Hang Tuah.

Hang Tuah adalah tokoh kepahlawanan melayu yang terdapat pada Hikayat Hang Tuah. Hang Tuah diceritakan sebagai petarung yang hebat dan sangat gagah berani dengan pangkat laksamana dari Kesultanan Malaka (1400-1511). Ia juga diceritakan telah menyebut sumpah yang berbunyi “Tak akan Melayu hilang di bumi” yang membuatnya terkenal dan dikagumi oleh beberapa kalangan dengan kisahnya.

Namun, tak semua kalangan membenarkan keberadaan tokoh Hang Tuah dalam kehidupan nyata. Banyaknya versi tentang cerita dalam Hikayat Hang Tuah membuat beberapa masyarakat menganggap tokoh Hang Tuah hanya mitos belaka. Memang, beberapa masyarakat menganggap Legenda Hang Tuah hanya karangan imajinasi saja. Akan tetapi, setiap manusia memiliki persepsi yang berbeda, artinya benar atau tidaknya kisah Hang Tuah bergantung kepada pemikiran atau kepercayaan.

Terkadang tidak cukup opini saja untuk membuktikan suatu hal, dan perlu adanya fakta. Oleh karena itu, dalam kebenaran Hang Tuah ini perlu adanya pembuktian yang cukup kuat untuk meyakinkan masyarakat tentang sejarahnya. Sebelum melakukan pembuktian, juga diperlukan pengetahuan yang kuat tentang cerita dalam Hikayat Hang Tuah.

1.2  Rumusan Masalah

Dalam makalah ini akan ada beberapa rumusan masalah yang dibahas, di antara lain
1.2.1 Apakah yang diceritakan dalam Hikayat Hang Tuah?


1.3  Tujuan Makalah
1.3.1 Mengetahui tentang Legenda Hang Tuah


BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Hikayat Hang Tuah

Hikayat Hang Tuah adalah sebuah karya sastra Melayu yang termasyhur berbentuk hikayat yang memuat 28 bab dan ditulis dengan huruf arab berbahasa Melayu. Hikayat ini ditulis dalam bentuk buku dengan tulisan tangan. Dalam memperbanyak buku Hikayat Hang Tuah, buku ditulis ulang oleh juru tulis dengan tulisan tangan. Sehingga, Hikayat Hang Tuah memiliki beberapa versi Sulalatus Salatin yang berbeda. Hingga kini, Hikayat Hang Tuah telah diterjemahkan ke berbagai tulisan dan bahasa oleh para penerbit modern di Indonesia, Malaysia, Singapura, dan negara Melayu lainnya.

      Seperti pada kebanyakan hikayat, Hikayat Hang Tuah mengambil setting kerajaan yaitu Kesultanan Melaka di Negeri Bentan pada abad ke-15. Diceritakan ayah Hang Tuah, Hang Mahmud, mendapat mimpi buruk yang melibatkan Hang Tuah, sehingga mereka dan ibu Hang Tuah, Dang Merdu Wati, berpindah dan menetap ke Negeri Bentan. Di Negeri Bentan, Hang Tuah tumbuh besar menjadi anak yang pintar dan berani. Ia juga memiliki 4 sahabat yaitu: Hang Jebat, Hang Kasturi, Hang Lekir, dan Hang Lekiu. Mereka dikabarkan selalu bersama.

      Pada suatu ketika, kelima sahabat itu telah berhasil membunuh sekelompok pemberontak yang mencoba memporak-porandakan desa tempat kediaman Hang Tuah. Sultan Melaka yang takut akan pemberontak itu sontak kagum dengan aksi Hang Tuah dan kawan-kawan. Hang Tuah dan kawan-kawan kemudian diajak untuk bekerja di istana. Sultan sangat menyayangi mereka, sampai akhirnya Hang Tuah diberi gelar Laksamana. Hang Tuah dan kawan-kawan sering diutus oleh Sultan Melaka untuk mengunjungi negara lain.

      Salah satu bagian yang terkenal dalam Hikayat Hang Tuah adalah tentang keris Hang Tuah, keris Taming Sari. Konon keris itu diambil dari seorang petarung bernama Taming Sari di Kerajaan Majapahit. Keris itu memberikan kekuatan pada pemiliknya menjadi pandai berkelahi, kebal senjata dan dapat menghilang. Mengetahui hal itu, Hang Tuah merebut kerisnya dan membunuh Taming Sari. Sehingga keris itu dapat memberikan kekuatan yang sama pada Hang Tuah.

      Pada akhir cerita, Hang Tuah dituduh berzinah dengan pelayan Raja, dan di dalam keputusan yang cepat, Raja menghukum mati Laksamana yang tidak bersalah. Namun, hukuman mati tidak pernah dikeluarkan, karena Hang Tuah dikirim ke sebuah tempat yang jauh untuk bersembunyi oleh Bendahara. Setelah mengetahui bahwa Hang Tuah akan mati, teman seperjuangan Hang Tuah, Hang Jebat, dengan murka ia membalas dendam melawan raja, mengakibatkan semua rakyat di situ banyak yang terbunuh dan keaadan menjadi kacau-balau. Raja menyesal menghukum mati Hang Tuah, karena dialah satu-satunya yang dapat diandalkan untuk membunuh Hang Jebat yang membuat kerusuhan. Secara tiba-tiba, Bendahara memanggil kembali Hang Tuah daripada tempat persembunyiannya dan dibebaskan secara penuh daripada hukumannya oleh raja. Setelah tujuh hari bertarung, Hang Tuah merebut kembali keris Taming Sarinya dari Hang Jebat, dan membunuhnya di dalam pertarungannya. Setelah teman seperjuangannya gugur, Hang Tuah menghilang dan tidak pernah terlihat kembali.

      Dalam bahasan cerita di atas, dapat diketahui bahwa Hang Tuah terkenal karena memiliki watak yang pemberani dan setia pada sultan. Hang Tuah dalam ceritanya juga merupakan tokoh yang tak bisa ditindas, ia selalu menentang orang-orang yang mencoba menindasnya. Yang membuat Hikayat Hang Tuah dikenal luas oleh bangsa Melayu salah satunya adalah sumpahnya yang berbunyi “Tak akan Melayu hilang di bumi” yang berarti dia bersumpah bahwa suku Melayu tidak akan punah di bumi ini.
BAB III
PENUTUP

3.1 Analisis

      Legenda Hang Tuah adalah sebuah cerita yang menceritakan perjalanan Hang Tuah dan disebarluaskan dalam bentuk Hikayat. Hikayat Hang Tuah ditulis dengan huruf arab berbahasa Melayu dan memuat 28 bab. Hang Tuah merupakan seorang Laksamana dari Kesultanan Melaka di Negeri Bentan yang mempunyai watak pemberani dan setia pada Sultan. Hang Tuah sering melakukan sesuatu bersama 4 sahabatnya yaitu: Hang Jebat, Hang Kasturi, Hang Lekir, dan Hang Lekiu, walaupun di akhir cerita Hang Tuah membunuh Hang Jebat karena kesetiaannya pada Sultan.
           
      Dalam penyebaran Legenda Hang Tuah, beberapa masyarakat ragu dan menganggap kisah Hang Tuah dalam Hikayat Hang Tuah hanya mitos atau imajinasi belaka. Keraguan ini dapat disebabkan karena versi cerita yang bermacam-macam, sehingga pembaca mengira cerita ini hanya karangan imajinasi. Timbulnya keraguan dapat juga terjadi karena cara berpikir yang modern, sehingga Legenda Hang Tuah yang memuat unsur gaib atau kesaktian manusia tidak dapat diterima begitu saja. Ketiga, penyebab keraguan ini dapat disebabkan oleh kurang kejelasan dalam cerita atau riwayat Hang Tuah, sehingga masyarakat kurang dapat mempercayai legenda itu karena perlu bukti yang kuat dan jelas.

      Akan tetapi, Legenda Hang Tuah dapat dinyatakan benar-benar ada jika dipelajari ceritanya, mengumpulkan bukti dan referensi juga melihat dari sudut pandang yang berbeda. Dengan menganalisis cerita dalam Hikayat Hang Tuah, pembaca mendapatkan kejelasan tentang keberadaan Hang Tuah pada masa lampau. Lalu, dengan melestarikan sejarah dan mempercayainya, pembaca dapat menghargai unsur budaya dan kepercayaan pada Legenda Hang Tuah. Kemudian, dengan mengumpulkan bukti dan referensi, keberadaan Hang Tuah semakin dipercaya karena pembaca lebih mengetahui secara jelas cerita yang dimaksud dalam Hikayat Hang Tuah. Oleh karena itu penulis menyimpulkan, Hang Tuah merupakan tokoh terkenal saat jaman Kesultanan Melaka yang terbukti benar keberadaannya.

REFERENSI



1 komentar:

  1. http://taipannnewsss.blogspot.com/2018/02/5-kota-romantis-di-eropa-yang-wajid.html
    http://taipannnewsss.blogspot.com/2018/02/emak-emak-zaman-now-paling-kepo-4-hal.html
    http://taipannnewsss.blogspot.com/2018/02/terkuak-alasan-di-balik-krisis-kfc-yang.html

    QQTAIPAN .ORG | QQTAIPAN .NET | TAIPANQQ .VEGAS
    -KARTU BOLEH BANDING, SERVICE JANGAN TANDING !-
    Jangan Menunda Kemenangan Bermain Anda ! Segera Daftarkan User ID nya & Mainkan Kartu Bagusnya.
    Dengan minimal Deposit hanya Rp 20.000,-
    1 user ID sudah bisa bermain 7 Permainan.
    • BandarQ
    • AduQ
    • Capsa
    • Domino99
    • Poker
    • Bandarpoker.
    • Sakong
    Kami juga akan memudahkan anda untuk pembuatan ID dengan registrasi secara gratis.
    Untuk proses DEPO & WITHDRAW langsung ditangani oleh
    customer service kami yang profesional dan ramah.
    NO SYSTEM ROBOT!!! 100 % PLAYER Vs PLAYER
    Anda Juga Dapat Memainkannya Via Android / IPhone / IPad
    Untuk info lebih jelas silahkan hubungi CS kami-Online 24jam !!
    • WA: +62 813 8217 0873
    • BB : D60E4A61
    • BB : 2B3D83BE
    Come & Join Us!

    BalasHapus