Senin, 19 Juni 2017

Impressions and messages in 2DF01

Impression:
It's been almost 2 years I was in grade 2DF01 this class atmosphere which is always crowded and often argue just because of a small problem, people who do not want to give in that one characteristic of the class 2DF I know where a small mistake can turn into horrendous things, and it usually is not completed within one day.

This class has been very instructive for me, this class has shaped me into the character much better than before. This is all because of the lecturer and friend - a friend is always there to guide me, show what is right and wrong. In addition, friends are also very significant in my heart. Without them, I'm not anyone. I'm sure tomorrow or the day after tomorrow I will really miss our time together so far.

Message:
Dear friends, thank you as well for our time together for 2 years. I hope we never forget the wonderful memories which we have developed over the last 2 years

Selasa, 28 Maret 2017

Business

Name : Bayu Shifa Elwanda Class : 2DF01 NPM : 51215301

What is a business?

I think the business of business is to sell goods or services carried out by individuals, groups of people or organizations to consumers (community) and its main purpose is to gain/profit (profit). Basically, we do business is to acquire profit or profit (profit).

If you want to run a bisiness, what business would you take ?

i would like to do business cloth.

Why ?

why ? because if I want to sell the Fund's clothes are not too large.

Because the shirt is one staple then everyone certainly need clothes. It can be a picture that needs an outfit for the people there and it's certainly there are opportunities to establish a business in order to meet those needs.

Since then the staples from time to time sure clothes will continue to be needed.

Dress as basic needs are also constantly supported with increasingly hectic fashion trend that exists among the public. With the continued development of the existing trend of dimasyarakat then it needs a shirt will be higher and continue to grow.

With the development of fashion trend then people do not just only need clothes. People or society will need clothes more diverse in terms of color, model, type and so on.

Growing trend that ultimately will further improve the needs and will enhance business opportunities.

And also if the ancients most communities only buy clothes crowded at times only certain times are now different. Many communities now buy clothes not only when there are special occasions but each time. Need an outfit now knows no season. At any time, if there's any new model will soon be hunted.

Even now it's a tough season no matter many people can still buy clothes. This also indicates that the trend needs had changed. The dress seems to already do not become second needs but has been such a staple that is aligned with the food.

From some of the reasons that I want to sell clothes as one of the lucrative business alternative.

Kamis, 05 November 2015

Pendeskripsian Hewan Jerapah


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Makalah ini dibuat berdasarkan kondisi serta keadaan dalam kehidupan sekitar. Dimana telah kita ketahui bahwa zaman modern ini mahluk hidup khususnya manusia telah mempelajari berbagai macam ilmu pengetahuan alam. Akan tetapi, pada tahap pembelajarannya manusia selalu mendapatkan masalah dan perbedaan pendapat mengenai sesuatu yang ditelitinya, dalam ini adalah meneliti asal usul kehidupan yang menjadi permasalahan dari sejak berabad-abad tahun yang lalu sampai sekarang. Karena pada umumnya biologi adalah ilmu yang mempelajari tentang alam dan mahluk hidup yang ada disekitarnya. Oleh karena itu, melalu makalah ini penulis ingin menjelaskan dan menyampaikan beberapa pendapat tentang pendeskripsian hewan Jerapah. Selain itu, makalah ini juga di harapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat luas.

1.2 TUJUAN

Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah agar dapat memberikan pendeskipsian apa itu binatang Jerapah dan bagaimana cara mereka hidup di alam liar. Diharapkan agar pembaca dapat turut serta dalam melindungi hewan ini.

1.3. RUMUSAN MASALAH

1.3.1 Apa pengertian Jerapah ?
1.3.2 Jelaskan macam-macam Jerapah ?

BAB II
PEMBAHASAN

TEORI

2.1 PENGERTIAN

Jerapah atau zarafah (nama ilmiah: Giraffa camelopardalis) adalah mamalia berkuku genap endemik Afrika dan merupakan spesieshewan tertinggi yang hidup di darat. Jerapah jantan dapat mencapai tinggi 4,8 sampai 5,5 meter dan memiliki berat yang dapat mencapai 1.360 kilogram. Jerapah betina biasanya sedikit lebih pendek dan lebih ringan.
Jerapah berkerabat dengan rusa dan sapi tetapi dari suku yang berbeda, yaitu Giraffidae yang mencakup jerapah sendiri dan kerabat terdekatnya, okapi. Habitat aslinya mencakup area dari Chad sampai dengan Afrika Selatan
Nama spesiesnya camelopardalis diambil dari nama dalam latin, karena dianggap sebagai bastar unta (camel) dan macan tutul(leopard). Nama camelopardalis dipakai oleh Plinius senior dalam ensiklopedia yang ditulisnya. Nama ini juga dipakai sebagai nama salah satu rasi bintang. Nama "jerapah" sendiri dipinjam dari nama hewan ini dalam bahasa Arab (الزرافة, zirafah).

2.2 SUBSPESIES JERAPAH

Ada sembilan subspesies yang diterima umum yang dibedakan berdasarkan warna dan variasi pola:

  • Jerapah Somalia (G.c. reticulata) atau Reticulated Giraffe

Bercak berwarna coklat muda kemerah-merahan dikelilingi garis berwarna putih terang, membentuk pola poligon seperti jala yang besar-besar. Bercak bisa berlanjut sampai ke kaki. Habitat: timur laut 
Kenya, Ethiopia, Somalia.

  • Jerapah Angola (G.c. angolensis) atau Smoky Giraffe

Bercak berukuran besar dan kecil secara tidak teratur. Bercak berlanjut hingga di bawah lutut. Habitat: Angola, Zambia.

  • Jerapah Kordofan (G.c. antiquorum)

Bercak berukuran kecil, lebih tidak teratur dan juga terdapat pada kaki bagian sebelah dalam. Habitat: Sudan bagian barat dan barat daya.

  • Jerapah Masai atau Jerapah Kilimanjaro (G.c. tippelskirchi)

Bercak berbentuk seperti daun anggur, berwarna coklat tua dengan pinggiran yang tidak rata, dikelilingi garis berwarna kekuningan. Habitat: Kenya bagian tengah dan selatan, Tanzania.

  • Jerapah Nubia (G.c. camelopardalis)

Bercak berbentuk hampir persegi empat, berwarna coklat terang di atas dasar berwarna krem. Kaki bagian dalam dan bagian bawah lutut bebas dari bercak. Habitat: bagian timur Sudan, timur laut Kongo.

  • Jerapah Rothschild, disebut juga Jerapah Baringo atau Jerapah Uganda(G.c. rothschildi)

Bercak berbentuk persegi empat dengan gradiasi warna latar berwarna krem di bagian pinggir. Bercak bisa sampai ke bagian bawah lutut. Habitat: Uganda, Kenya bagian tengah sampai timur.

  • Jerapah Afrika Selatan (G.c. giraffa)

Bercak berbentuk bundar atau tutul-tutul, beberapa di antaranya membentuk pola seperti bintang. Latar belakang bercak warna coklat muda yang terang. Bercak atau tutul bisa sampai ke bagian telapak kaki. Habitat: Afrika Selatan, Namibia, Botswana,Zimbabwe, dan Mozambik.

  • Jerapah Thornicroft atau Jerapah Rhodesia (G.c. thornicrofti)

Bercak berbentuk bintang atau daun, berlanjut sampai ke kaki bagian bawah. Habitat: Zambia bagian timur

  • Jerapah Afrika barat atau Jerapah Nigeria (G.c. peralta)

Bercak berwarna merah kekuningan yang pucat. Habitat: Chad

BAB III
PENUTUP

3.1 ANALISA

Masih banyak masyarakat yang belum begitu mengetahui binatang Jerapah, meskipun sebagian dari masyarakat sudah ada yang mengetahui binatang tersebut tetapi sedikit dari mereka yang mengetahui rupa atau macam jenis-jenis Jerapah tersebut.

REFERENSI
 Antelope Specialist Group (1996). Giraffa camelopardalis. 2006 IUCN Red List of Threatened SpeciesIUCN 2006. Diakses 05 May 2006.
SUMBER



Rabu, 28 Oktober 2015

Bioteknologi Berkaitan dengan Pembiakan Seksual dan Aseksual ( Jagung )

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Terdapat jutaan organisme di bumi dengan bentuk dan struktur yang beranekaragam. Organisme yang dikira tidak memilikimanfaat ternyata memiliki potensi yang cukup besar bagi manusia. Oleh sebab itu manusia dengan kecerdasan berpikirnyamencoba untuk mengembangkan dan menggunakannya seluruh organisme di bumi demi kesejahteraan kehidupan umatmanusia. Pemanfaatan prinsip-prinsip ilmiah yang menggunakan makhluk hidup atau organisme untuk menghasilkan produk dan jasa guna kepentingan manusia disebut bioteknologiHampir semua orang pasti pernah melakukan bioteknologi dalam kehidupan sehari-hari, walaupun mereka kurangmengerti apa itu bioteknologi dan istilah bioteknologi terdengar asing bagi mereka. Namun, apabila mereka diberitahu bahwa pembuatan tempe, tape dan kecap merupakan beberapa contoh bioteknologi, barulah mereka mulai sedikit mengertiapa yang dimaksud dengan bioteknologi. Pada mulanya bioteknologi memang didominasi untuk memproduksi makanan.eiring perkembangan !aman, para ahli terus meneliti beberapa organisme agar dapat memperoleh suatu produk yang bermanfaat. "an akhirnya pun mereka berhasil menemukan produk-produk bioteknologi baru dari pemanfaatan organisme.

1.2 TUJUAN

1.2.1 Untuk mengetahui Bioteknologi yang berkaitan dengan pengembangbiakkan seksual dan aseksual (jagung) ?
1.2.2 Apakah Perbedaan perkembangbiakan secara seksual dan aseksual?

BAB II
TEORI

2.1 Bioteknologi berkaitan dengan Pembiakan Seksual dan Aseksual
Tanaman transgenik merupakan tanaman yang telah disisipi atau memiliki gen asing dari spesies tanaman yang berbeda atau makhluh hidup lainnya. Salah satu contoh yang diambil adalah tanaman jagung. 

   Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu tanaman pangan dunia yang terpenting selain gandum dan padi.jagung dibudidayakan di Indonesia dengan cara transgenik. Upaya peningkatan produksi jagung dapat dilakukan melalui berbagai cara, antara lain melalui perbaikan genetik tanaman. Perbaikan genetik jagung bertujuan untuk mengatasi kendala pertumbuhan tanaman, terutama cekaman lingkungan biotik dan abiotik. Perbaikan genetik pada jagung dilakukan secara konvensional maupun melalui rekayasa genetik. Dengan perkembangan bioteknologi, perbaikan genetik jagung melalui rekayasa genetik akan menjdai andalan dalam pemecahan masalah perjagungan di masa mendatang. Dalam rekayasa genetik, sifat unggul tidak hanya didapatkan dari tanaman jagung itu sendiri, tetapi juga dari spesies lain sehingga dapat dihasilkan tanaman transgenik. Jagung Bt merupakan salah satu tanaman transgenik yang mempunyai ketahanan terhadap hama, dimana sifat ketahanan tersebut diperoleh dari bakteri Bacillus thuringienisis. 

    Penggunaan teknologi rekayasa genetik pada tanaman jagung berkembang pesat setelah pertama kali Gordonn-Kamm et al (1990) berhasil mendapatkan tanaman jagung transgenik yang fertil. Hal ini terobosan dalam pengembangan dan pemanfaatan plasma nutfah dalam penelitian di bidang biologi tanaman jagung. Teknologi rekayasa genetik merpakan teknologi transfer gen dari satu spesies ke spesies lain, dimana gen interes berupa suatu fragmen DNA ditransformasikan ke dalam sel atau tanaman inang untuk menghasilkan tanaman transgenik yang mempunyai sifat baru. Terdapat dua metode dalam pemanfaatan teknologi transfer gen, yaitu secara langsung dan tidak langsung. Metode transfer gen secara langsung diantaranya adalah: elektroforasi, penembakan partikel, serta kabid silikon. 

   Namun, ada pula permasalahan dibalik transgenik ini. Sebagaian besar rekayasa atau modifikasi sifat tanaman dilakukan untuk mengatasi kebutuhan pangan penduduk dunia semakin meningkat dan juga permsalahan kekurangan gizi manusia sehingga pembuatan tanaman transgenik juga menjdai bagian dari pemuliaan tanaman. Hadirnya tanaman transgenik menimbulkan kontroversi masyarakat dunia karena sebagian masyarakat khawatir apabila tanaman tersebut akan menganggu keseimbangan lingkungan, membahayakan kesehatan manusia, dan mempengaruhi perekonomian global.

2.2 Perbedaan perkembangbiakan secara seksual dan aseksual

Reproduksi seksual membutuhkan keterlibatan dua individu, biasanya dari jenis kelamin yang berbeda. Reproduksi manusia normal adalah contoh umum reproduksi seksual. Secara umum, organisme yang lebih kompleks melakukan reproduksi secara seksual, sedangkan organisme yang lebih sederhana, biasanya satu sel, melakukan reproduksi secara aseksual.

BAB III
PENUTUP

3.1 ANALISIS

Perbaikan genetik jagung bertujuan untuk mengatasi kendala pertumbuhan tanaman, terutama cekaman lingkungan biotik dan abiotik. Perbaikan genetik pada jagung dilakukan secara konvensional maupun melalui rekayasa genetik. Dengan perkembangan bioteknologi, perbaikan genetik jagung melalui rekayasa genetik akan menjdai andalan dalam pemecahan masalah perjagungan di masa mendatang. Dalam rekayasa genetik, sifat unggul tidak hanya didapatkan dari tanaman jagung itu sendiri, tetapi juga dari spesies lain sehingga dapat dihasilkan tanaman transgenik. Jagung Bt merupakan salah satu tanaman transgenik yang mempunyai ketahanan terhadap hama, dimana sifat ketahanan tersebut diperoleh dari bakteri Bacillus thuringienisis. 

REFERENSI

Rabu, 21 Oktober 2015

Efek Rumah Kaca

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG

Dari tahun ketahun kita dapat merasakan  perubahan cuaca yang semakin tidak menentu bahkan bisa sampai ekstrim. Dalam satu hari pada saat siang hari cuacanya sangat panas, sedangkan pada sore sampai malam hari hujan melanda. Kejadian ini sering disebut dengan nama lain adalah pemanasan global atau global warming, dimana terjadi peningkatan suhu di permukaan bumi akibat efek rumah kaca.
Sinar matahari yang tidak terserap permukaan bumi akan dipantulkan kembali dari permukaan bumi ke angkasa. Setelah dipantulkan kembali berubah menjadi gelombang panjang yang berupa energi panas. Namun sebagian dari energi panas tersebut tidak dapat menembus kembali atau lolos keluar ke angkasa, karena lapisan gas-gas atmosfer sudah terganggu komposisinya. Akibatnya energi panas yang seharusnya lepas ke angkasa menjadi terpancar kembali ke permukaan bumi, sehingga lebih dari dari kondisi normal, inilah efek rumah kaca berlebihan.
Fokus dari makalah ini adalah membahas tentang efek rumah kaca itu sendiri, hal-hal yang menyebabkan efek rumah kaca, akibat yang ditimbulkannya, faktor apa saja yang menyebabkannya terjadinya efek rumah kaca serta alasan kenapa udara menjadi panas saat cuaca sedang mendung.

1.2 TUJUAN

Tujuan dari pembuatan makalah  ini adalah agar dapat memberitahukan apa itu efek rumah kaca dan bagaimana cara mengurangi efek rumah kaca tersebut. Agar para pembaca dapat mengeahui atau turut serta dalam usaha mengurangi efek rumah kaca tersebut.

1.3 RUMUSAN MASALAH

Masala-masalah ang akan kita bahas meliputi :

1.3.1           Apa pengertian dari efek rumak kaca ?
1.3.2       Apa penyebab terjadinya efek rumah kaca ?
1.3.3       Apa akibat dari efek rumah kaca ?
1.3.4       Faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya pelepasan gas pada efek rumah kaca ?
 1.3.5      Kenapa saat udara mendung udara menjadi panas ?

BAB II
TEORI
               
2.1 PENGERTIAN

Efek Rumah Kaca merupakan proses pemanasan permukaan suatu benda langit (terutama planet atau satelit) yang disebabkan oleh komposisi dan keadaan atmosfernya.
MarsVenus, dan benda langit beratmosfer lainnya (seperti satelit alami SaturnusTitan) memiliki efek rumah kaca, tapi artikel ini hanya membahas pengaruh di Bumi. Efek rumah kaca untuk masing-masing benda langit tadi akan dibahas di masing-masing artikel.
Efek rumah kaca dapat digunakan untuk menunjuk dua hal berbeda: efek rumah kaca alami yang terjadi secara alami di bumi, dan efek rumah kaca ditingkatkan yang terjadi akibat aktivitas manusia (lihat juga pemanasan global). Yang belakang diterima oleh semua; yang pertama diterima kebanyakan oleh ilmuwan, meskipun ada beberapa perbedaan pendapat.



2.2 PENYEBAB
Efek rumah kaca disebabkan karena naiknya konsentrasi gas karbon dioksida (CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer. Kenaikan konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran bahan bakar minyakbatu bara dan bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk menyerapnya.

Energi yang masuk ke Bumi:

·         25% dipantulkan oleh awan atau partikel lain di atmosfer
·         25% diserap awan
·         45% diserap permukaan bumi
·         10% dipantulkan kembali oleh permukaan bumi
Energi yang diserap dipantulkan kembali dalam bentuk radiasi inframerah oleh awan dan permukaan bumi. Namun sebagian besar inframerah yang dipancarkan bumi tertahan oleh awan dan gas CO2 dan gas lainnya, untuk dikembalikan ke permukaan bumi. Dalam keadaan normal, efek rumah kaca diperlukan, dengan adanya efek rumah kaca perbedaan suhu antara siang dan malam di bumi tidak terlalu jauh berbeda.
Selain gas CO2, yang dapat menimbulkan efek rumah kaca adalah belerang dioksida, nitrogen monoksida (NO) dan nitrogen dioksida (NO2) serta beberapa senyawa organik seperti gas metana dan klorofluorokarbon (CFC). Gas-gas tersebut memegang peranan penting dalam meningkatkan efek rumah kaca.


2.3 AKIBAT

Meningkatnya suhu permukaan bumi akan mengakibatkan adanya perubahan iklim yang sangat ekstrem di bumi. Hal ini dapat mengakibatkan terganggunya hutan danekosistem lainnya, sehingga mengurangi kemampuannya untuk menyerap karbon dioksida di atmosfer. Pemanasan global mengakibatkan mencairnya gunung-gunung es di daerah kutub yang dapat menimbulkan naiknya permukaan air laut. Efek rumah kaca juga akan mengakibatkan meningkatnya suhu air laut sehingga berakibat kepada beberapa pulau kecil tenggelam di negara kepulauan , yang membawa dampak perubahan yang sangat besar.
Menurut perhitungan simulasi, efek rumah kaca telah meningkatkan suhu rata-rata bumi 1-5 °C. Bila kecenderungan peningkatan gas rumah kaca tetap seperti sekarang akan menyebabkan peningkatan pemanasan global antara 1,5-4,5 °C sekitar tahun 2030. Dengan meningkatnya konsentrasi gas CO2 di atmosfer, maka akan semakin banyak gelombang panas yang dipantulkan dari permukaan bumi diserap atmosfer. Hal ini akan mengakibatkan suhu permukaan bumi menjadi meningkat.

2.4 BEBERAPA FAKTOR EFEK RUMAH KACA


·       Penggundulan hutan
Penggundulan hutan dapat menyebabkan  tidak terdapat tumbuhan yang menyerap karbondiksida yang digunakan dalam proses fotosintesis. Penggundulan hutan terjadi akibat kebutuhan lahan untuk perumahan, pertanian dan berbagai macam infrastruktur.

·         Bahan Bakar Fosil
Gas hasil pembakaran bahan bakar fosil berkontribusi terhadap penambahan gas rumah kaca yang pada gilirannya memicu pemanasan global.

·         Peralatan listrik
Contoh peralatan listirik penghasil gas rumah kaca salah satunya adalah lemari es. Lemari es model lama menggunakan gas CFC atau  Chlorofluorocarbon. Gas CFC yang terlepas ke atmosfer dapat berperan sebagai gas rumah kaca yang memicu peningkatan suhu bumi.

·         Pertumbuhan penduduk
Pertumbuhan penduduk adalah salah satu penyebab utama efek rumah kaca. Dengan meningkatnya populasi , dapat meningkatkan kebutuhan juga. Hal ini meningkatkan produksi dan proses industri yang menyebabkan peningkatan pelepasan gas industri yang mengkatalisis efek rumah kaca.


2.5 PENYEBAB UDARA PANAS SAAT TERJADI MENDUNG


menjadi cair. Pada proses ini dilepaskan sejumlah panas ke udara. Awan yang mendung biasanya tidak terlalu tinggi dibandingkan awan yang putih, sehingga semakin dekat jaraknya ke permukaan bumi, efek panas yang dilepaskan semakin terasa. Kondisi ini akan lebih panas jika sebelumnya matahari bersinar terik, sehingga panas yang kita rasakan adalah akumulasi dari pelepasan energi dari perubahan fase uap air menjadi air dan energi panas sisa yang dipancarkan bumi.
menurut badan meteorologi dan genetika di bandung, hali ini diakibatkan dari awan mendung yang mempersempit jumlah luas area yang tersedia untuk menyerap energi matahari . sisa energi yang tidak diserap , akan kembali ke permukaan bumi sehingga udara dimalam hari akan terasa panas.

BAB III
PENUTUP

3.1 ANALISA

Efek rumah kaca dapat mengakibatkan meningkatnya suhu air laut sehingga air laut mengembang dan terjadi kenaikan permukaan laut yang mengakibatkan negara kepulauan akan mendapatkan pengaruh yang sangat besar dan juga mengakibatkan adanya perubahan iklim yang sangat ekstrem di bumi

Referensi

http://google.co.id

Minggu, 11 Oktober 2015

Pengertian Kata Dasar, Turunan, Ulang ,dan Gabungan Kata

A. Kata Dasar


kata dasar adalah kata yang belum diberi imbuhan. Dengan kata lain, kata dasar adalah kata yang menjadi dasar awal  pembentukan kata yang lebih besar. Contohnya adalah makan, duduk, pulang, tinggal, datang, minum, langkah, pindah, dan lain – lain.

Kata dasar bisa membentuk satu kesatuan kalimat, yaitu:

1. Ular yang mati itu sangat  panjang .
2. Aku pergi ke sekolah dengan ayah.
3. Budi datang ke rumahku dengan sangat cepat.
4. Kakak suka makan kue bakpia dari kota Jogjakarta.
5. Ayah sampai di rumah jam 9 malam, ketika aku sedang tidur.
6. Ibu percaya bahwa engkau tahu.
7. Buku itu sangat tebal.
8. Rumah itu sangat bagus.
9. Stasiun penuh sesak penumpang.
10. Ibu suka makan lumpia dari kota Semarang.

B. Kata Turunan


Kata turunan atau disebut dengan kata berimbuhan adalah kata – kata yang telah beruba bentuk dan makna. Perubahan ini dikarenakan kata – kata tersebut telah diberi imbuhan yang berupa awalan (afiks), akhiran (sufiks), sisipan (infiks), dan awalan – akhiran (konfiks). Contohnya adalah menanam, berlari, tertinggal, dan lain – lain. 

Kata turunan dapat berupa kata dasar yang mendapat imbuhan; awalan, sisipan dan akhiran. Imbuhan itu ditulis serangkai dengan kata dasarnya. Contoh;
catatan (kata dasar [catat], mendapat akhiran [-an])
berlari (kata dasar [lari], mendapat awalan [ber-])
gemetar (kata dasar [getar], mendapat sisipan [-em-])
Kata turunan berupa gabungan singkatan dan imbuhan yang dirangkai menggunakan tanda hubung. Contoh;
mem-PHK-kan
mem-PTUN-kan
Kata turunan berupa gabungan kosa kata asing dan imbuhan yang dirangkai menggunakan tanda hubung. Contoh;
me-recall
di-upgrade
Kata turunan juga dapat berupa gabungan bentuk terikat yang diikuti oleh kata yang huruf awalnya huruf kapital. Kata turunan ini, penulisannya dirangkai menggunakan tanda hubung ( – ). Contoh;
pro-Indonesia
non-Indonesia
pan-Afrika
Kata turunan yang bentuk dasarnya berupa gabungan kata, awalan atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang mengikuti atau mendahuluinya. Contoh;
sebar luaskan
bertepuk tangan
garis bawahi
Kata turunan yang bentuk dasarnya berupa gabungan kata dan mendapatkan awalan dan akhiran sekaligus, maka unsur gabungan kata itu ditulis serangkan dengan imbuhannya. Contoh;
menyebarluaskan
pertanggungjawaban
melipatgandakan
mencampuradukan
Kata turunan yang salah satu unsur gabungan kata hanya dipakai dalam kombinasi, gabungan kata itu ditulis serangkai. Contoh;
adipati
adikuasa
aerodinamika
aeromodeling
antarkota
antarprovinsi
antibiotik
antiteroris
anumerta
audiogram
bikarbonat
biokimia
bioetanol
caturtunggal
caturmarga
dasawarsa
dasasila
dekameter
demoralisasi
demiliterisasi
dwiwarna
dwitunggal
ekawarna
ekstrakurikuler
inframerah
infrastruktur
inkonvensional
intoleransi
kosponsor
mahasiswa
mancanegara
monoteisme
monorail
multilateral
narapidana
nonkolaborasi
pascasarjana
paripurna
poligami
politeknik
poliklinik
pramuniaga
pramusaji
prasangka
purnawirawan
saptakrida
semiprofesional
subseksi
swadaya
telepon
transmigrasi
tritunggal
ultramodern
Jika kata [maha] merujuk kepada Tuhan dan diikuti oleh kata berimbuhan, maka gabungan keduanya ditulis terpisah dan unser-unsur pembentuknya dimulai dengan huruf kapital. Contoh;
Kita serahkan kepada Tuhan yang Maha Pengasih
Anda harus bertobat kepada Tuhan yang Maha Pengampun
Tapi, jika kata [maha] sebagai unsur gabungan merujuk pada Tuhan, namun diikuti oleh kata dasar, gabungan katanya ditulis serangkai. Ketentuan ini tidak berlaku untuk kata dasar [esa]. Contoh;
Hanya Tuhan yang Mahakuasa yang bisa menentukan nasib kita.
Semoga Tuhan yang Maha Esa mengabulkan permohonan kita.
Bentuk-bentuk terikat dari bahasa asing yang sudah kita serap dalam bahasa Indonesia, seperti [pro], [kontra] dan [anti], dapat kita jadikan sebagai kata dasar. Contoh;
Lebih banyak masyarakat yang kontra, ketimbang pro terhadap kebijakan penaikan harga bahan bakar minyak.
Dia selalu anti terhadap jemaat ahmadiyah.

C. KATA ULANG
Kata ulang atau reduplikasi adalah kata yang mengalami proses pengulangan.
jenis-jenis kata ulang.

Kata Ulang Berdasarkan Bentuk


1. Dwipurwa (kata ulang sebagian)

Kata ulang sebagian adalah proses pengulangan yang terjadi pada sebagian kata biasanya terjadi pada bagian awal kata.

Contoh:

Tetangga, Tetua, Lelaki, Sesaji, Leluhur, Dedaunan, Pepohonan, Rerumputan, Bebatuan, Tetangga, Leluasa, Pegunungan

Contoh kalimat:

Tetua adat menyuruh semua orang untuk menjaga pepohonan di dalam hutan.
Rerumputan di pegunungan itu mati karena kemarau panjang yang terjadi.

2. Dwilingga (Kata ulang utuh atau penuh)

Reduplikasi pada kata ulang utuh ini terjadi pada semua atau keseluruhan kata.

Contoh:

Anak-anak, Ibu-ibu, bapak-bapak, rumah-rumah, macam-macam, tinggi-tinggi, kata-kata, sama-sama, dan lain-lain.

Contoh kalimat:

Anak-anak bermain dengan riang gembira bersama orang tuanya.
Pepohonan yang ada di hutan itu tinggi-tinggi dan besar-besar semua.

3. Kata ulang berubah bunyi

Reduplikasi bentuk ini terjadi pengulangan bunyi pada unsur pertama maupun unsur kedua dalam kalimat.

Contoh:

Gerak-gerik, sayur-mayur, warna-warni, teka-teki, sayur-mayur, utak-atik, serba-serbi, gotong-royong, lauk-pauk, dan lain-lain.

Contoh kalimat:

Gerak-gerik pria misterius itu harus diwaspadai.
Makanlah makanan sehat seperti sayur-mayur dan lauk-pauk.

4. Kata ulang berimbuhan

Pengulangan kata ulang berimbuhan terjadi dengan menambahkan imbuhan pada unsur kata pertama atau unsur kata kedua.

Contoh:

Tarik-menarik, bermain-main, bersenang-senang, melihat-lihat, berandai-andai, bersiap-siap, rumah-rumahan, batu-batuan, bermaaf-maafan, tukar-menukar, sapa-menyapa, pukul-memukul, dan lain-lain.

Contoh kalimat:

Setelah terjadi tarik-menarik kedua kelompok remaja itu bermaaf-maafan.
Budi melihat-lihat rumah-rumahan yang terbuat dari lilin.

5. Kata ulang semu

Reduplikasi pada kata ulang semu terjadi pada kata dasar yang sebenarnya bukan hasil reduplikasi itu sendiri. Perbedaan dengan kata ulang utuh adalah kata yang direduplikasi tidak akan memiliki makna jika dipisah.

Contoh: Laba-laba, kura-kura, undur-undur, orong-orong, empek-empek, kupu-kupu, ubur-ubur, pura-pura, cumi-cumi, ubun-ubun, dan lain-lain.

Contoh:

Budi sangat takut akan laba-laba, dan kura-kura.
Kupu-kupu terbang dengan sangat cantik.

Kata Ulang Berdasarkan Fungsi atau Makna


1. Kata ulang bermakna mirip atau agak

Contoh: Kekanak-kanakan, kemerah-merahan, kebapak-bapakan, kekeluargaan, kuda-kudaan, mobil-mobilan, dan lain-lain.

Contoh kalimat:

Mobil-mobilan yang diberikan oleh ayah berwarna kemerah-merahan.
Dia bertingkah laku kekanak-kanakan bukannya kebapak-bapakan.

2. Kata ulang bermakna jamak

Contoh: Ibu-ibu, bapak-bapak, buku-buku, rumah-rumah, motor-motor, hewan-hewan, barang-barang, murid-murid, dokter-dokter, sapi-sapi, dan lain-lain.

Contoh kalimat:

Murid-murid harus mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh guru-guru mereka.
Motor-motor yang terparkir di lapangan itu kebanyakan milik bapak-bapak daripada ibu-ibu.

3. Kata ulang bermakna macam-macam

Contoh: Sayur-mayur, pepohonan, buah-buahan, tumbuhan-tumbuhan, batu-batuan, dan lain-lain.

Contoh kalimat:

Ibu membeli sayur mayor di pasar minggu setiap hari.
Di taman itu banyak terdapat tumbuhan-tumbuhan yang cantik dan harum.

4. Kata ulang bermakna saling.

Contoh: bermaaf-maafan, bersalam-salaman, pukul-memukul, pandang-memandang, lihat-melihat, tembak-menembak, tikam-menikam, tuduh-menuduh, dan lain-lain.

Contoh kalimat:

Perampok dan polisi itu tembak-menembak di depan Bank kemarin sore.
Kedua pasangan itu pandang-memandang selama berjam-jam tanpa bicara sepatah kata pun.

5. Kata ulang bermakna intensitas

Contoh: Kuat-kuat, mondar-mandir, jalan-jalan, makan-makan, bolak-balik, berjam-jam, dan lain-lain.

Contoh kalimat:

Andi memegang tangan ayahnya kuat-kuat ketika menyebrang jalan.
Aku melihat orang itu mondar-mandir di depanku sejak dari tadi.

6. Kata ulang bermakna kolektif atau bilangan

Contoh: Satu-satu, dua-dua, tiga-tiga, empat-empat, dan seterusnya.

Contoh kalimat:

Ibu membagikan permen kepada anak jalanan itu satu-satu.
Pembagian keuntungan itu dibagi secara adil yaitu lima puluh-lima puluh.

7. Kata ulang bermakna keadaan atau situasi

Contoh: Hidup-hidup, mentah-mentah, merah-merah, panjang-panjang, dan lain-lain.

Contoh kalimat:

Presiden memerintahkan untuk menangkap pelaku terorisme itu hidup-hidup.
Buah rambutan itu merah-merah dan pasti rasanya manis.

8. Kata ulang bermakna  tindakan yang dilakukan berkali-kali

Contoh: Sering-sering, berkali-kali, terus-menerus, dan lain-lain.

Contoh kalimat:

Budi memukul kucing itu berkali-kali hingga tak bisa berdiri.
Andi mengejeknya terus-menerus tanpa henti.

9. Kata ulang bermakna kegiatan

Contoh: Masak-memasak, jahit-menjahit, tukar-menukar, dan lain-lain.

Contoh kalimat:

Ibu-ibu PKK mengadakan lomba masak-memasak untuk memperingati hari kemerdekaan.
Sebelum ada uang orang-orang mengadakan tukar menukar barang untuk memenuhi kebutuhan hidup.


D. Gabungan Kata

Gabungan kata yang lazim disebut kata majemuk ditulis terpisah.

Contoh: tanda tangan; terima kasih; rumah sakit; tanggung jawab; kambing hitam; dll.

Perhatikan kalau gabungan kata itu mendapatkan imbuhan!

Apabila gabungan kata itu mendapatkan awalan atau akhiran saja, awalan atau akhiran itu harus dirangkai dengan kata yang dekat dengannya. Kata lainnya tetap ditulis terpisah dan tidak diberi tanda hubung.

Contoh: berterima kasih; bertanda tangan; tanda tangani; dll.


Apabila gabungan kata itu mendapatkan awalan dan akhiran, penulisan gabungan kata harus serangkai dan tidak diberi tanda hubung.

Contoh: menandatangai; pertanggungjawaban; mengkambinghitamkan; dll.

Gabungan kata yang sudah dianggap satu kata.

Dalam bahasa Indonesia ada gabungan kata yang sudah dianggap padu benar. Arti gabungan kata itu tidak dapat dikembalikan kepada arti kata-kata itu.

Contoh: bumiputra; belasungkawa; sukarela; darmabakti; halalbihalal; kepada; segitiga; padahal; kasatmata; matahari; daripada; barangkali; beasiswa; saputangan; dll

Kata daripada, misalnya, artinya tidak dapat dikembalikan kepada kata dari dan pada. Itu sebabnya, gabungan kata yang sudah dianggap satu kata harus ditulis serangkai.

Gabungan kata yang salah satu unsurnya tidak dapat berdiri sendiri sebagai satu kata yang mengandung arti penuh, unsur itu hanya muncul dalam kombinasinya.

Contoh: tunanetra; tunawisma; narasumber; dwiwarna; perilaku; pascasarjana; subseksi; dll.

Kata tuna berarti tidak punya, tetapi jika ada yang bertanya, “Kamu punya uang?” kita tidak akan menjawabnya dengan “tuna”. Begitu juga dengan kata dwi, yang berarti dua, kita tidak akan berkata, “saya punya dwi adik laki-laki.” Karena itulah gabungan kata ini harus ditulis dirangkai.

Perhatikan gabungan kata berikut!

Jika unsur terikat itu diikuti oleh kata yang huruf awalnya kapital, di antara kedua unsur itu diberi tanda hubung.

Contoh: non-Indonesia; SIM-ku; KTP-mu.

Unsur maha dan peri ditulis serangkai dengan unsur yang berikutnya, yang berupa kata dasar. Namun dipisah penulisannya jika dirangkai dengan kata berimbuhan.

Contoh: Mahabijaksana; Mahatahu; Mahabesar.

Maha Pengasih; Maha Pemurah; peri keadilan; peri kemanusiaan.

Tetapi, khusus kata ESA, walaupun berupa kata dasar, gabungan kata maha dan esa ditulis terpisah => Maha Esa.